Kamis, 07 Mei 2009

feature news

Total Demi Hidup


Lima orang dalam setiap berjalan memang menghabiskan waktu dalam sehari demi mencari uang untuk hidup bersama. Tidak ada modal akademi maupun ilmu yang pernah ditimba. Begitulah gambaran realita kehidupan lima penari jathilan yang berada ditempat yang berpindah pindah, tapi kali ini mereka berada di emper jalan Malioboro dengan busana bak penari jathilan lengkap dengan riasan diwajah.

Hasbun (19th), Bada(17th), Rahmat ( 19th), Feri(20), dan Agung ( 22) adalah kelima penari Jathilan yang sedang istirahat dipinggir jalan. Rahmat bertutur bahwa hanya inilah kemampuan yang dapat mereka banggakan demi mencari uang tambahan. semua dari mereka hanya orang desa Bantul yang mencari uang di kota. Mereka berkata daripada hanya meminta-minta lebih baik mereka beraksi menjadi penari, uangnya dapat dan orang yang melihatpun terhibur. uang yang mereka dapatkan pun jumlahnya tidak seberapa untuk lima orang. Paling hanya cukup untuk makan seminggu satu orangnya, itupun mereka juga tidak bisa menabung.

Tidak hanya dipinggir jalan, mereka biasanya juga menari dilampu merah saat lampu merah berhenti. itupun tidak semua pengguna lampu merah memberikan uang. padahal mereka sudah total kostum dan riasannya. Mereka biasa mulai menari dari jam 9 pagi sampai menjelang magribh, dalam sehari hanya dua tempat saja yang mereka kunjungi. " kalo pindah-pindah terus capek mbak bawa alatnya dan jalannya, jadi paling tidak dua tempat saja, seperti hari ini di emper jalan Malioboro dan lampu merah kantor pos situ saja", berikut penuturan Hasbun dengan keringat yang bercucuran.

Jadi demi mencari uang tapi tidak hanya minta saja, kelompok ini harus total dalam mencari uang, paling uang yang mereka dapat selain untuk makan ya untuk beli alat rias wajah mereka, agar lebih elok dan total.

Intan Octaviani Purnamasari
153070202

Tidak ada komentar:

Posting Komentar