Selasa, 05 Mei 2009

TAJUK RENCANA

PARPOL SIBUK BERKOALISI, RAKYAT JADI TARUHAN

Euforia pemilu mulai memasuki babak demi babak. Jelang pilpres 8 juli 2009 mendatang, parpol-parpol sibuk mencari koalisi agar bisa menjadi yang nomor satu. Haruskah nasib bangsa ini dipertaruhkan demi pemburuan kekuasaan para elite politik?

Beberapa parpol mulai sibuk berkoalisi sana -sini menjelang pemilihan presiden yang akan dilaksanakan juli mendatang. Setelah sembat mengalami kebimbangan , akhir nya partai golkar memilih menghentikan koalisi nya dengan partai demokrat.

“Perceraiaan” Sby-JK banyak disayang kan beberapa pihak, mengingat hasil dari

Pemilihan umum legislatif yang di selenggarakan 9 april 2009 lalu, dimana partai demokrat meraih 20% suara, sementara partai golkar menempati nomor urut ke dua

perolehan suara terbanyak setelah partai demokrat yaitu 14 % suara.Dan hal ini banyak di nilai berbagai pihak agar koalisi antara partai golkar dan demokrat bisa diteruskan..

Namun,wakil presiden Jusuf kalla yang juga merupakan ketua umum partai Golkar malah mencalonkan diri menjadi capres dan menggandeng wiranto dari partai hanura sebagai cawapresnya dalam dalam pemilu 2009 ini.Sementara SBY juga sudah mengantongi sosok yang akan mendampingi nya dalam pemilu mendatang, walaupun

ia belum secara pasti mennyebutkan nama sosok tersebut. Sementara beberapa partai lain seperti PDI-P,PPP,PAN, PKS,Gerindra dan partai lain nya , masih bingung menentukan akan berkoalisi dengan partai yang mana.

Sangat disayang kan para tokoh politik berlomba-lomba ingin menjadi yang nomor satu , lebih mengutamakan egoisme masing-masing, dan bersikap seolah ia paling pantas memimpin Negara ini. Harus nya para elite politik yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa ini, bisa menjadi contoh yang baik baik masyarakat yang dipimpin nya,memiliki moral yang baik, bersaing secara professional dengan menghargai pesaing-pesaing lain nya, bukan dengan saling menjelek-jelekan. Dan yang paling utama adalah, para calon pemimpin tersebut harus mengutamakan kepentingan rakyat, bukan hanya semata-mata berburu kekuasaan.Karena pada dasar nya, kekuasaan adalah itu adalah untuk kepentingan rakyat.Jika semua ingin jadi pemimpin, bagaimana nasib rakyat nya?

MINATI ARTA

153070326

Tidak ada komentar:

Posting Komentar